Sejarah Penggunaan Tanda Tanya (?) dan Tanda Seru (!)

Kita dapat menemukan penggunaan tanda tanya (?) dan tanda seru (!) pada tulisan di berbagai bahasa di seluruh dunia -termasuk pada bahasa Cina (1912) dan Jepang (1868) yang tidak memakai huruf Romawi-, meskipun kedua tanda baca tersebut di gunakan secara berbeda variasi makna dan simbolnya.

Contoh penggunaan dengan makna yang berbeda adalah pada program komputer. Tanda tanya (?) dipakai sebagai kode yang berarti ‘setara’ atau pengganti karakter lain yang tidak ditemukan/aneh dan tanda seru (!) menjadi ‘pekikan’ (bang) atau untuk mengingatkan.

Contoh penggunaan tanda tanya (?) dan tanda seru (!) dengan simbol yang berbeda dapat ditemukan pada bahasa Spanyol, Galicia dan Leonese ataupun pada bahasa Arab dan bahasa yang dipengaruhi bahasa Arab seperti Persia dan Urdu yang menulis kalimat dari kanan ke kiri.

Pada bahasa Spanyol, kedua tanda baca itu diletakkan di bagian depan dan bagian akhir kalimat

sedangkan pada bahasa Arab dan bahasa lain yang menulis kalimat dari kanan ke kiri, tanda tanya (?) di tulis juga secara terbalik, meski kadang-kadang komputer mengabaikan ini dan tetap menampilkannya sesuai bentuk asli.

Ada beberapa teori tentang awal mula munculnya tanda tanya (?) hingga bisa di gunakan seperti sekarang. Beberapa ahli menduga, tanda tanya (?) berawal dari tanda lekuk bergelombang seperti ‘ ~ ‘ yang menunjukkan intonasi (tilde/titlo/titulus dalam bahasa Latin) dan mungkin terkait dengan notasi musik awal. Tanda ini dikategorikan pula dalam kelompok tanda untuk menyingkat kata dalam teks buku.

Ketika pertumbuhan masyarakat sarjana (universitas) berkembang pesat pada awal abad ke-13 di Paris dan kota-kota besar dunia, tanda ini semakin sering ditemukan sebagai akibat dari usaha perampingan produksi buku-buku.

Pada teori lainnya, tanda tanya (?) diperkirakan berasal dari bahasa Latin “questio” (QVAESTIA) yang berarti “mencari”. Kata questio diletakkan di awal kalimat yang menanyakan suatu pertanyaan. Selama abad pertengahan tujuh huruf ini lama kelamaan disingkat menjadi Qo, sampai suatu hari huruf ‘Q’ (kebanyakan bahkan lebih sering memakai huruf ‘q’ kecil) diletakkan di atas ‘o’ kecil. Setelah bertahun-tahun tanda baca ini berubah menjadi garis berlekuk di atas titik dan pada akhirnya tanda ini diletakkan di belakang kalimat.

Lalu bagaimana dengan tanda seru (!)? Proses perjalanannya hampir sama dengan tanda tanya yaitu bermula dari bahasa Latin ‘Io’ untuk “kata seru kegembiraan/sukacita”. Huruf I pun kemudian diletakkan diatas ‘o’ kecil sampai akhirnya ditaruh diatas titik.

Sebagai tanda baca tunggal, ‘!’ menunjukkan beberapa ungkapan emosi: kaget, khawatir, sombong, jijik dan penyesalan. Selanjutnya tanda seru (!) dipakai pula dalam kalimat perintah dan tanda bahaya yang tak terduga (tanda larang).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s